Claire: No one worth think is worth telling me I married a warewolf?

Detective Calendar: You didnt married a warewolf, Mrs. Jackman, You married Doctor Jekyll.

Claire : Doctor Jekyll?

Detective Calendar: Doctor Henry Jekyll, died in Edinburg in 1886.

Claire: Doctor Jekyll… and Mister Hyde?

Detective Calendar: Yes.

Claire: Dr. Jekyll and Mr. Hyde was a story.

Syme: No, it wasn’t.

Detective Calendar: No, it isn’t.

Claire: I’m Mrs. Jekyll and Hyde?

Detective Calendar: Yes, You are.

Ingat seri Sherlock yang sebelumnya saya tulis? Well, munculnya Sherlock sebenernya sangat terkait dengan kesuksesan Jekyll sebelumnya yang secara pribadi saya akan mengatakan bahwa sungguh benar-benar memuaskan pada awalnya tapi mengecewakan pada klimaks cerita. Tapi, yah, lumayan banget untuk sekedar dinikmati.

DRAMA DRAMA DRAMAAAA!!!!!!

Belum baca Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde karyanya Robert Louis Stevenson? Baca! Walaupun paling tidak memang nampaknya kita semua sudah cukup tahu mengenai tokoh ini yang sempet muncul dalam beberapa film (Van Helsing dan The League of Extraordinary Gentlemen )pun tokoh-tokoh yang terinspirasi dari mereka berdua sudah sangat banyak dan populer. Hulk misalnya, atau Two Face di Batman. Kalo yang cewek tentu saja Niki Sanders di seri TV heroes.

Sama seperti Sherlock, atau Sherlock yang sama dengan Jekyll lebih tepatnya, setting pada kisah berada pada jaman Elisabeth II dan bukan era Victoria lagi. Namun agak berbeda dengan Sherlock, penerjemahan Jekyll sudah terlalu jauh sehingga sebetulnya ini merupakan suatu kisah yang sungguh-sungguh berbeda.

Atas: Dr. Tom Jackman dan Claire, Tengah: Mr. Bill Hyde dan Catherine Raimer, Bawah: Detective Calendar dan Syme.

Kisah dimulai dengan pertemuan Catherine Reimer, seorang psychiatric nurse dengan Dr. Tom Jackman yang seorang peneliti medis. Tom memberikan berbagai macam instruksi kepada Catherine yang akan memulai pekerjaannya sebagai perawat (atau lebih tepatnya asisten) pribadi dari Tom dan alter egonya yang nantinya akan memilih untuk memanggil dirinya sendiri dengan sebutan Bill. Pada saat itu sesungguhnya Tom sudah menemukan bahwa dia ternyata tidak menderita split personality disorder. Tapi sesuatu yang lain yang jauh lebih berbahaya dari itu yang dengan berbagai macam pertimbangan, John memilih untuk menutupinya. Pekerjaan Catherine sungguh berat: menjadi penengah dari dua laki-laki yang akan dihadapinya yang salah satunya adalah orang yang sungguh berbahaya.

Berbeda dengan Bill yang semakin lama semakin liar tak terkendali, Tom adalah seorang suami dan ayah atau bisa dikatakan seorang laki-laki baik-baik yang kehidupannya sudah stabil. Tidak membutuhkan berbagai macam petualangan gila. Maka mati-matian dia mencoba untuk melindungi keluarganya sendiri dari kemungkinan Bill yang dapat merusak itu semua. Tapi kenyataannya, Bill justru semakin tidak terkontrol dan muncul kapan saja. Maka Tom pun tidak punya pilihan lain selain mengobarkan bendera perang kepadanya.

Perang sama dirinya sendiri! Dan itu tentu saja sungguh berat.

Ini seri drama yang terkadang cukup berlebihan dan bagi saya jadi menyebalkan, tapi toh membuat kening berkerut juga dan tidak berhenti bertanya-tanya mengenai apa sebetulnya yang terjadi dengan Tom Jackman. Dari split personality sampai kerasukan setan (beneran saya sampe kepikiran ituh, hehe) kemudian memutuskan untuk berhenti bertanya mengenai ‘apa’ dan mulai bertanya tentang ‘kenapa’ dan ‘siapa’.

Siapa sih sebetulnya Tom Jackman itu? Keturunan dari Dr. Jekyll?

Dalam kisah ini, Dr. Jekyll adalah tokoh yang nyata yang merupakan sobat dari Robert Louis Stevenson yang kemunculan si penulis legendaris penderita TBC ini walaupun porsinya dikit tapi cukup memuaskan.

Dr. Jekyll mati sebagai perjaka, itu yang terus diulang sejak awal dan tidak berubah. Dr. Henry Jekyll tidak memiliki keturunan dan dia merupakan orang terakhir dari keluarganya baik itu pihak ayah maupun ibu. Sebatang kara dan mati sendirian.

Jadi siapa Tom Jackman? Seorang kloning, kah?

Bukan. Dia bukan kloning dari Dr. Jekyll.

Jadi bagaimana?

Yah, tentu saja gak etis kalau dituliskan disini bukannya?

Mari kita tepikan beberapa tokoh yang sungguh mati lebaynya gak kira-kira atau drama cheesy dan main-main belagak misterius yang kadang bikin mual tapi sungguh saya terpesona dengan acting James Nesbitt yang berperan ganda sebagai Tom Jackman dan Bill Hyde. Walaupun rada menyedihkan visual effectnya dan lebih bermain seperti drama panggung, tapi ini orang sungguhan bisa membuat penonton ‘ngeh’ dengan dua karakter yang dia mainkan bahkan pada episode-episode terakhir dimana pergantian tokoh berlangsung dalam hitungan detik yang setiap kali Bill Hyde muncul, saya langsung ketakutan hehe. Kemudian ada pula Gina Bellman sebagai Claire, istrinya Tom, yang sungguh memikat berganti-ganti peran dari istri yang sungguh-sungguh sayang kepada suaminya sekaligus menderita sampai menjadi seorang perempuan yang kuat yang pada akhirnya dialah mampu mengendalikan Mr. Hyde sekaligus melindungi Tom serta kedua putera mereka.

Pada akhir season 1 yaitu ada episode 6, hampir semua pertanyaan sudah terjawab yang tentu mengenai puas atau tidak puasnya masih bisa dipertanyakan lagi. Dan Saya ikut senang dengan keputusan BBC untuk tidak melanjutkan seri ini ke season yang kedua. Ini drama yang menyenangkan, mencekam, dan tidak perlu diperpanjang lagi.