I have maps of the seas, I have knowledge of how the world works. And the world work best when there is plan
(Doctor David Livesey to Jim Hawkins)
Kembali ke tahun 2001 saat Disney berhasrat untuk membuat film animasi yang diangkat dari karya Robert Louis Stevenson yang paling terkenal yaitu Treasure Island.
Horraaaayyyy!!
Daaan, ternyata malah disadur jadi Treasure Planet yang petualangan luar angkasa dimana para bajak laut berubah menjadi cyborg dan alien penuh tembak-tembakan laser bam.. bim.. bum…
Yaaaaaaaaah!!! Penonton kucewaaaa!!!
Sampai saat ini saya masih gak ngerti kenapa sih Disney pake ngerombak Treasure Island sampai segitunya, kenapaaaa? Sudah gak menarik lagi, kah, kisah bajak laut mengarungi samudera bagi anak-anak? Sungguh anak sekarang itu gak tau kisah yang keren! Huh, apa serunya cerita robot dan alien!!
Well, terimakasih kepada Pirates of Caribbean dengan karakter yang saya yakin akan melegendanya Jack Sparrow si bajak laut egois gaya bencong yang selalu aja beruntung lepas dari bahaya. Selepas Master and Commander, muncul pula Treasure Island yang beneran. Kali ini bukan layar lebar melainkan mini seri dari stasiun TV Sky 1.
Kisah diawali dengan Kapten bajak laut Flint (yang jahatnya dari tumit sampe ubun-ubun ituuuuuuuuuh) yang memutuskan untuk mengambil sendiri semua harta rampasan yang telah dia dan seluruh kru kapalnya kumpulkan selama bertahun-tahun dan menyembunyikannya di suatu tempat. Keputusan ini tentu saja seharusnya menimbulkan pemberontakan, tapi toh ternyata tidak, karena sang kapten yang terkenal kejam ini sudah duluan menyingkirkan para awak yang memiliki kemampuan untuk menentangnya dengan melemparkan mereka ke atas sekoci di tengah laut lalu dibiarkan kelaparan. Selanjutnya, rumor berkembang dengan tanpa arah dan kejelasan.
Ada yang bilang Kapten Flint telah pergi dengan hartanya yang segunung itu dan hidup senang di ujung Bumi. Ada juga yang mengatakan bahwa si Kapten yang menghianati krunya sendiri pada akhirnya dikhianati lagi oleh kru yang tersisa dan mati kelaparan di tengah samudera sana. Bagaimanapun, kebanyakan menganggap bahwa kisah Kapten Flint dan harta karunnya hanya suatu legenda.
Mari kita beralih kepada hidup seorang anak lelaki tanggung bernama Jim Hawkins. Kini setelah sang ayah meninggal dunia, Jim mau tidak mau harus mengambil tanggung jawab untuk menjadi kepala keluarga. Bersama sang ibu, Jim jungkir balik mencari nafkah dan menyicil pembayaran hutang yang ditinggalkan ayahnya dengan cara mengelola rumah makan bernama Admiral Benbow In. Hidup tidak terlalu baik tapi kami berjuang, kata Sang Ibu kepada David Livesey, sahabat almarhum suaminya. David adalah dokter desa yang masih juga berkabung selepas kematian istrinya dua tahun sebelumnya. Sekarang setelah kematian sahabatnya, dialah yang kemudian menjadi semacam ayah bagi Jim.
Hidup pun berjalan.
Lalu ketenangan itu terusik seutuhnya.
Seseorang yang mengaku bernama Billy Bones datang untuk menyewa kamar selama beberapa hari. Namun beberapa hari menjadi beberapa bulan sementara Mr. Bone hanya membayar sewa pada minggu pertama saja. Jim pun sadar bahwa tamunya ini adalah seorang pelarian yang takut akan sesuatu entah apa di luar sana. Setelah makan kenyang dan beberapa botol rum (minuman keras), Billy Bones yang kesepian ini mulai sering angkat bicara mengenai Kapten Flint dan petualangannya. Kemudian sampailah pada malam yang naas dimana Admiral Benbow In diserbu oleh sekelompok bajak laut. Dan kericuhan pada malam itu menyebabkan peta harta karun Kapten Flint beserta buku catatannya jatuh ke tangan Jim. Maka petualangan Jim Hawkins dan David Livesey pun dimulai.
Saya sangat senang karena para tokoh di kisah ternyata diterjemahkan secara perfect pada mini seri ini. Bener-bener sesuai dengan bayangan pembaca! Well, kecuali David Livesey yang di buku selalu jadi laki-laki yang berani mampus, kok, di kisah ini jadi pengecut gitu, yah?
*garukjidat
Mudah-mudahan bukan gara-gara di Treasure Planet si tokoh ini menjelma jadi anjing kikuk yang nungul cuman buat bikin kisah jadi lucu aja! Huh, sialan kau Ron Clement! Dan kau juga John Muskar!!
(Ron Clement dan John Muskar adalah sutradara Treasure Planet)
Tapi selain ituuuh, kita bakalan terkenang dengan nama-nama yang, pernah baca atau enggak, saya yakin cukup kita ketahui seperti Black Dog, Mr. Arrow, Israel Hands, Ben Gunn, dan tentu saja Long John Silver dan Blind Pew. Bersama mereka, kisah ini pun melebar bukan hanya sebuah petualangan mencari dan bertempur memperebutkan harta karun saja, tapi sebuah perjalanan seorang anak lelaki demi menemukan jati diri, belajar tentang kehidupan, dan apa yang berarti yang harus dia perjuangkan.
Well, sebenci-bencinya kepada Treasure Planet, tetep aja saya jatuh cinta kepada soundtracknya yang menurut saya pas sekali untuk kisah ini versi apapun.
And what Do you think you’d understand
I’m boy, no, I’m a man
You can’t take me and throw me awayAnd how Can you learn what’s never shown
Yeah, you stand here on your own
They don’t know me ‘Cause I’m not hereAnd I want to tell you who I am. Can you help me be a man
They can’t break me, as long as I know who I amThey can’t tell me who to be, ’cause I’m not what they see
Yeah, the world is still sleepin’ while I keep on dreaming for me
And their words are just whispers and lies that I’ll never believe
Hoist the mainsail, Mr. Arrow!!




Jan 23, 2012 @ 14:13:51
Oya, Ben Gunn-nya disini jadi Yankee (orang amrik) yang meranin si Elijah Wood