Kerajaan Galuh-Sunda Part III: Ciung Wanara

Sebelum membaca tulisan ini sebaiknya anda membaca dulu part 1 dan part 2-nya.

Kali ini saya akan menuliskan kisah mengenai Ciung Wanara dari dua sisi: cerita rakyat dan artikel sejarah.

Cerita Rakyat Ciung Wanara dari Sunda

Dahulu kala di pulau Jawa berdiri kerajaan yang besar dan sudah sangat tua. Kerajaan ini bernama Kerajaan Galuh. Konon kerajaan ini membentang dari Hujung Kulon ke Hujung Galuh. Dan kisah ini terjadi pada masa pemerintahan Prabu Premana Di Kusumah.

Setelah memerintah cukup lama, Raja kemudian memutuskan untuk menjadi seorang pertapa. Maka dipanggilah patih yaitu Aria Kebonan. Sang patih sebenarnya ingin menjadi raja.

‘Wahai patihku,’ kata Sang Raja. ‘Apakah engkau ingin menguasai tahtaku?’

Sang patih terkejut karena Raja mengetahui apa yang menjadi keinginan terdalamnya. Namun, dengan menahan dirinya, sang patih berkata,’ Tidak Baginda Raja. Hamba sama sekali tidak pernah berpikir mengenai hal itu.’

‘Jangan berbohong kamu. Saya tahu apa yang kamu fikirkan!’ kata Prabu Premana selanjutnya. ‘Baiklah, kamu bisa menggantikan tempatku menjadi raja negeri ini. Sementara. Sementara aku ingin bertapa. Tahtaku akan kuserahkan kepadamu. Engkau harus memerintah dengan benar dan bijaksana. Aku juga akan menitipkan kedua permaisuriku; Dewi Naganingrum dan Dewi Pengrenyep. Namun, kamu tidak boleh menyentuh kedua permaisuriku tersebut.’

Maka, itulah yang terjadi. Prabu Premana Di Kusumah meninggalkan tahtanya untuk bertapa. Namun, rakyat tidak tahu bahwa ada perjanjian seperti itu antara Prabu Premana Di Kusuma dan Aria kebonan. Semua orang menyangka, Prabu Premana telah lengser dan digantikan oleh Aria Kebonan.

Setelah mengambil tahta, Aria Kebonan pun mengubah namanya menjadi Prabu Barma Wijaya.

Pada suatu malam, kedua Ratu bermimpi bulan jatuh diatas pangkuan mereka. Kedua ratu pun melaporkan mimpi tersebut kepada raja. Prabu Barma Wijaya langsung ketakutan saat mendengar kabar tersebut. Karena itu mengingatkannya kepada janjinya dengan Prabu Premana Di Kusuma. Prabu Barma Wijaya pun memanggil seorang resi untuk meminta penjelasan tentang apa yang sedang terjadi.

Sang resi yang datang sesungguhnya adalah Prabu Premana Di Kusumah sendiri. Namun, beliau membuat dirinya tidak dikenali oleh Aria Kebonan.

Sang Resi, alias Premana Di Kusumah menjawab, ‘Kedua ratu sedang mengandung, Yang Mulia.’

Maka terkejutlan Barma Wijaya. Namun saat itu dia masih bisa mengendalikan dirinya sendiri.

‘Anak yang dikandung kedua ratu itu laki-laki ataukah perempuan?’ Tanya Barma Wijaya.

Sang Resi menjawab, ‘keduanya laki-laki.’

Barma Wijaya tidak lagi mampu menguasai dirinya. Dalam kemarahannya, dia cabut kujangnya dan ditusuknya Sang Resi saat itu juga. Namun, justru senjata Barma Wijaya bengkok saat benyentuh kulit Sang Resi.

Sang Resi kemudian bertanya,’ Apakah Baginda menginginkan saya mati? Jika memang demikian, maka matilah saya.’

Sang Resi roboh saat itu juga.

Prabu Barma Wijaya pun menendang tubuh Sang Resi. Saking kuatnya dia menedang, tubuh Sang Resi terlempar sangat jauh ke dalam hutan. Dan saat tubuh Sang Resi jatuh, dia langsung berubah menjadi seekor ular naga. Penduduk menamai ular naga penjaga hutan tersebut dengan nama Nagawiru.

Continue reading →

Iklan

Detainment

Pada bulan januari 2019, beberapa saat sebelum perhelatan Oscar digelar, ada satu berita yang menarik perhatian saya: salah satu nominator untuk sort movie diprotes di negara asalnya. Film ini tentang salah satu kasus criminal paling menghebohkan di Inggris. Bikin heboh karena dua pelakunya adalah anak kecil. Dan yang menolak film ini masuk nominasi Oscar adalah pihak keluarga korban.

Ini adalah film tentang penculikan dan pembunuhan James Bulger. Atau lebih tepatnya, ini film tentang proses interogasi dua pelakunya yang keduanya masih berusia 10 tahun.

Kasus Penculikan dan Pembunuhan James Bulger untuk Latar Belakang

Pada tanggal 12 Februari 1993 seorang balita berusia 2 tahun bernama James Bulger dilaporkan menghilang di sebuah shoping mall di kota Bootle, Inggris Utara. James dan ibunya sedang berbelanja dan sang ibu, Denise, mengatakan bahwa perhatian teralihkan sebentar.

Polisi langsung melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran terhadap daerah sekitar. Dua hari kemudian, pada tanggal 14 Februari, tubuh James Bulger ditemukan di pinggiran rel kereta api dalam keadaan terpotong dua. Jelas sekali bahwa tubuh James Bulger ditabrak kereta sebelum ditemukan.

Hasil dari pemeriksaan terhadap mayat menemukan bahwa James Bulger bukan hanya sudah mati saat kereta menabraknya, namun juga ditemukan bahwa penyebab kematian James adalah karena disiksa. Dokter menemukan luka-luka di sekujur tubuhnya, tulang-tulangnya remuk, tengkorak retak,  batu baterai ditemukan di kerongkongannya dan juga kemungkinan dimasukan sebelumnya di lubang duburnya. Area kemaluan James pun lecet.

Polisi curiga penculikan terhadap James Bulger ada hubungannya dengan motif seksual karena luka-luka yang

Rekaman cctv penculikan James Bulger

diderita dan juga karena James ditemukan dalam keadaan tanpa celana dan celana dalam. Nampaknya sang pelaku telah membuka celana korban sebelum melakukan penganiayaan.

Penyelidikan polisi mulai menemukan titik terang saat mereka menemukan rekaman penculikan dari CCTV di mall. Namun, rekaman tersebut berkualitas sangat rendah sehingga sangat tidak jelas terlihat. Namun, dari tinggi badan dua orang penculik yang diambil dari rekaman kamera diluar mall (terdapat perbandingan dengan tinggi rumput yang dilewati), polisi dapat mengambil kesimpulan bahwa yang membawa James adalah anak kecil juga.

Namun, pada saat itu polisi masih belum berfikir kalau anak-anak yang membawa James Bulger adalah pelaku pembunuhan. Mungkin saja anak-anak ini hanya membawa James keluar untuk bermain, lalu ada orang lain yang datang. Jadi saat itu, polisi mencari saksi, bukan pelaku.

Dikabarkan lusinan anak kecil yang tinggal di sekitar area dimintai keterangan oleh polisi. Namun karena saat itu masih jam sekolah, atau baru saja pulang sekolah, maka kebanyakan anak tidak tahu apa-apa. Banyak orang yang melaporkan anak-anak tetangganya kepada polisi. Well, mungkin anak tetangganya nakal atau apa. Jadi pada saat itu, cukup ruwet juga keadaannya. Para orangtua yang kesal berkumpul di jalan dan melancarkan protes kepada polisi yang mereka nilai lambat bertindak. Polisi sendiri sudah menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukan penangkapan terhadap anak kecil tanpa benar-benar yakin dan memang ada keterlibatan.

Robert Thompson dan Jon Venables yang asli

Akhirnya, satu minggu kemudian, seorang perempuan menghubungi polisi dan memberikan dua nama: Robert Thompson dan Jon Venables. Keduanya tukang madol dari sekolah, dan pada hari kejadian, keduanya pun bolos. Polisi segera bertindak untuk membawa Robert dan Jon secara terpisah.

Dari sinilah kisah Detainment dimulai Continue reading →

Kerajaan Galuh Part II: Perebutan Kekuasaan dan Kudeta Sanjaya

 

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya di bagian pertama disini.

Peta Kerajaan Sunda, Galuh, dan Bumi Mataram

2. Amara / Mandiminyak (702-709)
Raja Galuh yang kedua adalah Amara yang juga dikenal dengan sebutan Mandiminyak. Gelar itu diperoleh karena tubuh Amara selalu wangi bagaikan diolesi minyak (wangi). Saat beliau memerintah di Galuh, istrinya yaitu Dewi Parwati tetap berada di Bumi Mataram dan memegang kekuasaan tertinggi disana.

Amara memiliki seorang putera dan seorang puteri yang keduanya berasal dari dua ibu yang berbeda. Bratasenawa, putera Amara dari hubungan gelapnya dengan Pohaci Rababu, kemudian dinikahkan dengan Sanaha, puterinya yang lahir dari rahim Dewi Parwati. Dari pernikahan mereka berdualah kemudian lahir Sanjaya.

Walaupun tidak disukai di dalam istana (karena skandal yang pernah dilakukannya saat masih muda), namun Amara berhasil mempertahankan mahkotanya sampai akhir hayatnya.

3. Bratasenawa/Sang Prabu Bratasena Rajaputra Linggahbumi (709-716)
Pada saat Sena bertahta, Galuh kembali membuka persahabatan dengan kerajaan Sunda. Bahkan, Sena sendiri pun akhirnya bersahabat kental dengan Tarusbawa, raja Sunda. Persahabatan ini kemudian dilanjutkan dengan hubungan yang lebih erat yaitu hubungan berbesanan. Putera Sena, Sanjaya, dinikahkan dengan cucu Tarusbawa yang bernama Dewi Tejakancana Hayu Purnawangi, pewaris tahta kerajaan Sunda.

Loh, kok pewaris tahtanya bukan anak raja melainkan cucu raja?

Jadi begini, putera mahkota kerajaan Sunda adalah Rakeyan Sunda Sembawa, ayahnya Dewi Teja Kancana. Nah, sang putera mahkota ini meninggal dunia. Kemudian diputuskan kalau posisi putera mahkota dialihkan kepada puterinya yang merupakan istri Sanjaya.

Ribet, ya.. Putera mahkota Galuh menikah dengan puteri mahkota Sunda.

Berbeda dengan ayahnya yang dikenal liar, Sena justru sangat alim sejak masih mudanya. Dia dikenal sebagai pangeran yang bijaksana dan taat beribadah. Namun walaupun begitu, kalangan istana sangat membencinya. Tentu itu ada hubungannya dengan asal usulnya yang merupakan produk hasil perselingkuhan.

Dari semua pihak, Purbasora dan Demunawan mungkin paling menampakkan kebenciannya kepada Sena. Mereka berdua adalah putera Sempakwaja dengan Pohaci Rababu, dengan kata lain, Purbasora dan Demuwaman sesungguhnya adalah saudara satu ibu dengan Sena.

Kudeta dimulai.

Continue reading →

Baptiste

Salah satu serial yang beneran megangin dan gak bisa saya stop nontonnya adalah serial BBC The Missing. Ya, seperti sudah terlihat dari judulnya, serial ini mengisahkan tentang kasus-kasus missing person di Eropa. Ada dua ciri khas pada serial ini:

pertama, kasus terjadi antar negara. Contohnya, korban adalah warga negara Inggris yang sedang berada di negara lain. Para detektifnya pun antar negara. Karena selain detektif negara tempat kasus terjadi yang bekerjasama dengan detektif negara asal korban, ada juga pensiunan detektif yang sangat berpengalaman dalam kasus seperti itu.

Ciri yang kedua dari serial The Missing adalah alur yang bolak balik. Jadi plot biasanya diawali dengan cerita menghilangnya si anak, lalu lompat ke beberapa tahun kemudian saat ada sesuatu, petunjuk, yang menegaskan bahwa korban mungkin masih dalam keadaan hidup yang kemudian membuka kembali menyelidikan. Dari situ, kita akan diputar-putar dengan alur yang tidak linier.

Wah, favorit saya banget, dah, tuh! Kalo cerita alur maju mah, membosankan!

The Missing Series 1 (2014)

Oh, my love

We pray each day

May you come Home

And be ok

For now we wait

For you

For you

To come home

The Missing series 1 ditayangkan di BBC pada tahun 2014. Berkisah tentang menghilangnya bocah laki-laki berkebangsaan Inggris yang bernama Oliver Hughes pada tahun 2006. Bocah ini, bersama kedua orangtuanya sedang traveling ke sebuah pedesaan di Perancis. Kebetulan, malam itu final piala dunia. Sang ayah meleng sebentar, sebentaaaaaaaaar banget gara-gara ada gol di pertandingan yang ditayangkan di tivi, beberapa detik kemudian, Oliver menghilang.

Delapan tahun kemudian, tentu saja banyak yang terjadi dalam jangka waktu 8 tahun itu, ayahnya Oliver yang gak pernah menyerah mencari tahu tentang keberadaan anaknya itu menemukan suatu petunjuk. Sederhana saja, sebuah foto di sebuah parade. Bukan foto puteranya, melainkan foto seorang anak kecil mengenakan syal milik puteranya yang menghilang itu. Sebuah bukti yang sangat goyah bagi kepolisian tentu saja. Namun sang ayah tahu, pokoknya di dalam hatinya dia tahu dan yakin, bahwa syal itu milik puteranya. Dan instingnya mengatakan bahwa puteranya masih ada di kota tempatnya menghilang itu.

Masalahnya, bagaimana cara Sang Ayah meyakinkan polisi untuk membuka kembali kasus anaknya.

Julien Baptiste dan Laurence Relaud

Disini kita diperkenalkan dengan Julien Baptiste dan sidekicknya yang menjadi sidekick Julien favorit saya yaitu Laurence Relaud

Continue reading →

Kerajaan Galuh Pakuan Part 1: Pecahnya Tarumanagara dan Aliansi dengan Kalingga

Linggawarman, raja terakhir Tarumanagara wafat pada tahun 669 Masehi. Beliau tidak memiliki seorang pun anak laki-laki. Dalam keadaan seperti ini, sesuai dengan aturan yang disepakati di belahan barat pulau jawa, maka tahta akan diturunkan kepada puteri sulung raja. Jika sang puteri tersebut sudah menikah dengan seorang laki-laki yang sederajat, maka tahta akan diserahkan kepada suaminya. Jika puteri tersebut belum/tidak menikah, atau menikah dengan laki-laki di bawah derajatnya (kemungkinannya kecil), maka tahta akan dipegang olehnya sendiri.

Aturan seperti itu berjalan tanpa banyak masalah sebetulnya. Jadi masalah saat sang menantu lebih memilih untuk tetap di kerajaannya sendiri. Kejadian yang membuat kerajaan Salakanagara ‘turun derajat’ menjadi kerajaan bawahan karena Jayasingawarman lebih memilih membesarkan Tarumanagara dan mengabaikan Salakanagara. Tidak masalah, karena Salakanagara langsung menjadi negara bawahan Tarumanagara. Namun, saat Tarusbawa, menantu Linggawarman lebih memilih di kerajaannya sendiri, Tarumanagara pun pecah menjadi dua.

Awal Mula

Galuh artinya perak, atau permata. Galuh juga berarti gadis. Pusat kerajaan ini berada di lahan yang diapit sungai Cimuntur dan sungai Citanduy. Sekarang wilayah ini dikenal dengan Desa Karang Kamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Istananya diduga berada di wilayah Kawali. Karena memang banyak peninggalan ditemukan

Istana kerajaan Galuh disebut Istana Surawisesa atau disebutkan sebagai ‘dalem sipawindu hurip’, yang artinya ‘istana yang memberikan ketenangan hidup’. Lambang kerajaan Galuh adalah Harimau Kumbang.

Well, nampaknya kerajaan-kerajaan di Jawa Barat lebih memikirkan penamaan secara filosofis. Bandingkan dengan Majapahit yang artinya ‘buah yang getir’.

Kita ingat bahwa dimulai masa pemerintahan Indrawarman, kerajaan Tarumanagara kembali memasuki masa kemakmuran dan kedamaian. Pada masa ini, raja memberikan kebebasan memeluk agama kepada seluruh rakyatnya. Kemudian dimulai masa pemerintahan Candrawarman, seluruh kerajaan bawahan Tarumanagara diberikan hak otonomi khusus yang membebaskan mereka mengatur negaranya masing-masing. Sehingga, kerajaan Galuh pun berkembang tidak hanya secara ekonomi, melainkan juga aliansi kepada kerajaan-kerajaan yang berada di bagian timur pulau Jawa.

Aliansi tererat Kerajaan Galuh adalah kerajaan Kalingga yang saat itu diperintah oleh Ratu Shima.

Aliansi dengan Ratu Shima ini tidak selalu menguntungkan sebenarnya. Karena Ratu Shima sendiri sedang bertikai dengan Raja Sriwijaya. Gara-garanya, well, pertama kerajaan Sriwijaya melahap kerajaan ibu mertua Ratu Shima. Yang kedua, Ratu Shima, yang saat itu sudah menjadi janda ditinggal mati suaminya, menolak lamaran Raja Sriwijaya.

Continue reading →

Kerajaan Tarumanagara Part 3: Skandal, Raja yang Kejam, dan Akhir Tarumanagara

Sebelum membaca tulisan ini, sebaiknya Anda membaca dulu bagian pertama dan bagian kedua dahulu.

  1. Kretawarman (561M-628M)

Merupakan raja Tarumanagara ke-8 dengan gelar Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala.

Pada saat ini, hubungan diplomatic Tarumanagara meliputi Cina, India, Syangka, Yawana, Campa, Kamboja, Sopala, Gaudi (Benggala), Semenanjung, Singanagara, dan Mahasin (Singapura). Sebagaimana tradisi, Kretawarman segera mengirimkan utusan kepada seluruh kerajaan sahabat ini sebagai pemberitahuan. Namun, salah satu utusan ini mengalami penyerangan di tengah jalan.

Kapal utusan Tarumanagara kepada China langsung diserang bajak laut saat baru saja memasuki wilayah laut China (Ini maksudnya saat masuk ke Laut China Selatan atau saat masuk wilayah laut kekaisaran China? Belum jelas). Maka langsung terjadi pertempuran laut antara kapal utusan Tarumanagar dengan bajak laut. Namun, saat pertempuran berlangsung, datanglah armada angkatan laut China yang segera membantu. Bajak Laut langsung dikalahkan dan kapal utusan Tarumanagara melanjutkan perjalanan dengan pengawalan Armada Angkatan Laut China.

Kretawarman memiliki permaisuri yang berasal dari kerajaan Calankayana. Tetapi pada suatu kali saat raja berburu di dekat sungai Candrabagha, di dalam hutan tersebut terdapat sebuah pondok milik sebuah keluarga yang berprofesi sebagai pencari kayu bakar. Kecantikan anak pencari kayu bakar itu membuat Kretawarman kagum. Mengetahui bahwa raja menyukai gadis kecil itu, maka seorang saudagar asal Sumatera segera membawa gadis itu dan memberinta nama Satyawati. Setelah Satyawati dewasa, saudagar Sumatera kemudian menghadiahkan gadis itu kepada raja.

Rupanya Satyawati tidak puas hanya menjadi selir dan mengincar posisi permaisuri. Karena Kretawarman tidak memiliki keturunan dari permaisuri, maka Setyawati segera menuntut agar dirinyalah yang diangkat sebagai permaisuri. Alasannya, karena dia hamil dan mengandung keturunan raja. Sementara permaisuri tidak kunjung terdapat tanda-tanda mengandung. Kretawarman kemudian meluluskan permintaan itu. Dia geser kedudukan permaisurinya dan menggantinya dengan Setyawati.

Setelah maksudnya tercapai, barulah Setyawati kemudian mengaku bahwa dia sebenarnya tidak hamil. Pada saat itu, Kretawarman pun menyadari bahwa dirinya mandul. Namun, dia tidak menganulir keputusannya ini. Bahkan, Kretawarman dan Setyawati menutupinya dengan mengangkat seorang anak (yang juga putera seorang pencari kayu bakar) yang diberi nama Brajagiri.

Continue reading →

Kerajaan Tarumanagara Part 2: Kudeta, Pemberontakan, dan Masa Kemakmuran (434M-561M)

Sebaiknya Anda membaca dulu bagian pertama dari tulisan ini disini.

  1. Wisnuwarman (434-455)

Raja ke-4 kerajaan Tarumanegara adalah Wisnuwarman, putera pertama Maharaja Purnawarman. Berbeda dengan ayahnya yang tempremental, Wisnuwarman dikenal sebagai pribadi yang tangguh namun sangat sabar.

Beliau dinobatkan menjadi raja 9 hari setelah ayahnya wafat. Penobatan dilaksanakan pada tahun 434 dengan gelar Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati. Perayaan kenaikan tahtanya ini dirayakan dengan pesta tiga hari tiga malam. Pada hari itu juga, Winsuwarman mengirimkan duta kerajaannya untuk memberitahukan kepada kerajaan-kerajaan sahabat Tarumanegara seperti Cina, India, Syangka, Campa, Yawana, Sumatera, Kutai, Sri Lanka, dan Darmanagari.

Pada tahun ketiga masa pemerintahannya, Tarumanegara mendapatkan banyak musibah bencana alam berupa gempa bumi dan gerhana (pada saat itu, gerhana dianggap musibah). Maka Wisnuuwarman bersama para bangsawan dan pendeta mengadakan ritual mandi suci (matirta). Ritual mandi suci itu diakhiri dengan pemujaan terhadap Dewa Wisnu dan Dewa Siwa.

Pada masa Winsuwarman ini terjadi pula percobaan kudeta sebanyak dua kali. Keduanya gagal.

Kudeta pertama terjadi saat Raja sedang berburu di hutan. Empat orang tidak dikenal secara tiba-tiba menyerang raja. Namun pada saat itu, Raja dan para pengawalnya bisa mempertahankan diri. Percobaan pembunuhan kedua dilakukan langsung ke dalam kamar tidur Raja.

Seorang pembunuh berhasil masuk dan menyelinap ke dalam kamar tidur raja. Namun sialnya, atau lebih tepatnya, gobloknya, percobaan pembunuhan ini pun gagal gara-gara si pembunuh mendapati sesuatu yang tidak diduganya: raja dan Sulawarmandewi, permaisuri, yang sedang dalam keadaan tanpa busana sama sekali. Si pembunuh konon kaget dan terpana melihat tubuh permaisuri yang membuatnya gemetar seketika. Pedang yang dalam genggamannya terjatuh. Tentunya, Wisnuwarman yang memang jago berkelahi itu langsung melumpuhkannya.

Pada saat sidang yang dipimpin langsung oleh Winsuwarman terungkap bahwa dalang dari kedua usaha pembunuhan adalah Cakrawarman, Mahamenteri dan Panglima Perang Tarumanegara sendiri yang sekaligus adalah paman raja. Terungkap bahwa Cakrawarman berambisi untuk menjadi raja. Ini mengejutkan semua orang karena Cakrawarman sendiri memiliki banyak jasa terhadap negara. Usaha kudeta ini pun didukung oleh dua menteri Tarumanegara, 2 menteri dari Agrabinta dan Purwanagara (dua kerajaan bawahan Tarumanagara), Tumenggung Purwalingga, Panglima kerajaan Sabara, Putera Mahkota Gunung Kidul, dan seorang ksatria dari kerajaan Nusa Sabay.

Selain itu, Cakrawarman pun masih didukung oleh Angkatan Perang, Panglima Wadya Padati (Angkatan Darat), Wakil Panglima Angkatan Laut, dan Kepala Pasukan Pengawal Raja. Continue reading →

Kerajaan Tarumanagara part 1: Asal Usul Sunda (358M-434M)

Sebelumnya, saya menuliskan tentang kerajaan pertama di tanah Sunda yang sekaligus merupakan kerajaan pertama di Nusantara (masih diperdebatkan) disini. Kerajaan Salakanagara sendiri tidak runtuh karena diserang oleh kerajaan lain, tapi kehilangan pamor setelah pewaris tahtanya menolak untuk naik tahta dan memilih untuk kembali ke Tarumanagara.

Ya, nanti juga Tarumanagara akan berakhir seperti itu. Pewaris tahta memilih untuk meninggalkan tahtanya.

Sejarah Tarumanagara dimulai pada abad ke-4 Masehi, yaitu pada masa pemerintahan Dewawarman VIII, raja terbesar dari kerajaan Salakanagara. Konon, kerajaan Tarumanegara ini didirikan oleh pengungsi dari kerajaan Palawa dan Calankayana dari India yang kalah perang melawan Saudragupta. Pengungsi ini dipimpin oleh seorang Resi yang bernama Jayasingawarman.

Atas persetujuan Dewawarman VIII maka para pengungsi ini pun mendirikan sebuah desa yang bernama Tarumadesya di tepi sungai Citarum. Nama Taruma itu sendiri memang artinya Sungai Citarum. Beberapa tahun kemudian, desa ini semakin ramai dan tumbuh dengan pesat. Akhirnya dari tingkat desa kemudian menjadi kota, dan menjadi kerajaan kecil bawahan kerajaan Salakanagara.

Agama

Jaman sekolah dulu, kalau Anda masih ingat, pasti diajarin kalau kerajaan Hindu tertua di pulau jawa adalah Tarumanagara. Well, mengenai kata ‘tertua’ musti diperdebatkan lagi, namun memang sebagian besar masyarakat Tarumanagara beragama Hindu memuja Dewa Wisnu dan Dewa Indra, selain itu dari kalangan penduduk asli Jawa Barat beragama asli yaitu Sunda Wiwitan, dan agama Buddha sebagai minoritas.

Kerajaan Tarumanagara terkenal dengan proyek-proyek pembangunan sungainya yang kemudian akan mempengaruhi tingkat ekonomi masyarakat. Dalam mengerjakan proyek-proyek bendungan maupun irigasi ini, pengerjaannya selalu dikerjakan secara gotong-royong atau yang diistilahkan sebagai karyabakti (kerjabakti).

Para Penguasa Tarumanegara

Tercatat dalam berbagai prasasti, ada 12 orang penguasa Tarumanegara:

Continue reading →

Singgasana Terakhir Pajajaran

Seperti sebelumnya pernah saya ungkapkan di blog, tahun ini saya ingin lebih banyak membaca tentang sejarah dari bagian barat pulau Jawa. Yup, dari suku saya sendiri yaitu Betawi-Sunda. Dan, mencari bahan-bahan bacaan mengenai kerajaan-kerajaan dari belahan Barat pulau ternyata sangat terbatas. Mungkin karena kisahnya sendiri bisa dibilang sangat minim konflik jika kita bandingkan dengan kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Nah, coba kita urutkan kerajaan yang menguasai paruh barat pulau Jawa ini:

  1. Salakanagara (130M-358M). Kerajaan meredup saat menantu Dewawarman IX (raja terakhir Salakanagara) yaitu Jayasingawarman menolak mengambil alih tahta dan lebih memilih bertahan di Tarumanegara.
  2. Tarumanegara (358M-669M). Kerajaan meredup saat menantu Liggawarman (raja terakhir Tarumanegara) yaitu Tarusbawa, ternyata lebih memilih untuk pulang ke Sunda yang saat itu merupakan kerajaan bawahan Tarumanegara. Seluruh kerajaan dibawah Tarumanegara otomatis tunduk kepada Kerajaan Sunda. Hanya Kerajaan Galuh yang saat itu tidak mau tunduk dan memilih melepaskan diri menjadi kerajaan independen.
  3. Kerajaan Galuh (612M-732M)

Pada tahun 732, kerajaan Galuh kembali bersatu dengan Sunda.

  1. Kerajaan Sunda Galuh (669M-1579M). Runtuh setelah diserang oleh Kesultanan Banten.

Sudah! Berakhirlah masa kerajaan Hindu di Jawa Barat.

Lah, terus Kerajaan Pajajaran itu yang mana?

Pajajaran atau Pakuan Pajajaran adalah nama ibukota kerajaan Sunda Galuh. Wilayahnya adalah Bogor saat ini. Dan sesuai dengan kebiasaan di Asia Tenggara saat itu, nama ibukota seringkali disebutkan sebagai nama kerajaan. Maka dengan kata lain, kerajaan Pajajaran ya sama dengan Kerajaan Sunda Galuh.

Konon, setelah runtuhnya Pajajaran, yang otomatis menandai runtuhnya kerajaan Sunda Galuh, para punggawa istana kemudian mengasingkan diri dan menetap di daerah Lebak. Pada masa kini, keturunan para punggawa istana itu masih ada dan kita kenal sebagai Urang Kenekes atau Suku Baduy.

Kisah di Buku

Singgasana Terakhir Pajajaran bersetting waktu pada akhir masa kekuasaan Prabu Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal oleh masyarakat Sunda sebagai Prabu Siliwangi sampai pada masa awal kekuasaan Prabu Surawisesa.

Siapa yang (boleh) menyebut Prabu Sri Baduga sebagai Prabu Siliwangi? Dan, kenapa Sri Baduga dikenal sebagai Prabu Siliwangi?

Kawalya ta wwang Sunda lawan ika wwang Carbon mwang sakweh ira wwang Jawa Kulwan anyebuta Prabhu Siliwangi raja Pajajaran. (Hanya orang Sunda dan orang Cirebon serta semua orang Jawa Barat yang menyebut Prabu Siliwangi raja Pajajaran)

Well, karena saya orang Sunda, maka saya akan menyebut beliau sebagai Prabu Siliwangi juga.

Continue reading →

Cara Membeli eBook di Google Play dan Membacanya dengan Kindle atau Nook

Pertama, untuk beli buku di google play mungkin gak terlalu ngejelimet, ya. Tinggal cari aja buku yang diinginkan di google play, lalu klik beli. Buat yang bingung bayarnya gimana, tinggal isi pulsa aja, coy! Nanti pulsa kamu berkurang sesuai dengan harga buku tersebut. Kalau buku yang kamu cari tidak ada, yaaa, berarti tidak tersedia versi ebooknya.

Buat saya, kalau gak ada versi ebook, saya mulai-mulai agak malas untuk beli buku kertas. Jadi milih nunggu siapa tahu nanti ada yang ebooknya. Yaaa, emang kita gak bisa hirup aroma buku baru, gak bisa pamer-pamer di rak buku lagi, tapi banyak juga kelebihan ebook. Hemat kertas, go green dong, gak bakalan rusak asal kita bikin back up file buku aja, dan lebih enteng bawanya. Dulu, tiap kemana-mana, tas berat karena bawa buku—belon lagi kalau tu buku basah ketumpahan air. Sekarang, Cuma bawa ereader aja isinya bisa ratusan buku. Praktis. Gak usah pusing lagi milih-milih buku apa yang mau dibawa. Pake ereader, yaa.. tinggal bawa aja semuanya!

Nah, kalau sudah ketemu buku yang diinginkan, tinggal klik buy (ada harganya tercantum). Ini gambar contoh saya sedot dari internet. Bukan punya saya, ya…

Continue reading →