Bakuman dan Botchan (Mei 2016)

14. Bakuman Vol 8 karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata (6-7 Mei 2016)

15. Bakuman Vol 9 karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata (7 Mei 2016)

16.Bakuman Vol 10 karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata (7-8 Mei 2016)

17. Bakuman Vol 11 karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata (8 Mei 2016)

18 Bakuman Vol 12 karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata (8 Mei 2016)

19. Bakuman Vol 13 karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata (9 Mei 2016)

20. Bakuman Vol 14 karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata (12 Mei 2016)

21. Botchan karya Natsume Soseki (8 Januari – 19 Mei 2016)

Kata Botchan tidak dapat diterjemahkan karena berbagai nuansa yang terkandung di dalamnya. Pada dasarnya kata itu merupakan panggilan sopan untuk para anak laki-laki, terutama ketika mereka masih kanak-kanak, dari keluarga terpandang. Sapaan ini serupa dengan ‘tuan muda’, namun dengan nuansa kedekatan dan kasih sayang di dalamnya. Dalam beberapa kasus, kata ini juga bisa digunakan untuk merujuk kepada seseorang yang agak manja dan menuruti maunya sendiri.

Alan Turney.

Aku pada kisah ini tidak pernah disebutkan namanya selain hanya sebagai Botchan saja yang figurnya hampir merupakan representasi dari kata tersebut. Dia adalah putera kedua dari keluarga terhormat yang pada masa kecilnya dikenal sebagai seorang anak yang minta ampun badungnya. Dia digambarkan sebagai orang yang bersumbu pendek, sangat gampang tersulut emosi, namun perasa dan tidak segan mengorbankan dirinya sendiri demi orang lain.

Continue reading “Bakuman dan Botchan (Mei 2016)”

Bakuman dan Gajah Selalu Ingat (Mei 2016)

10. Bakuman Vol 5 karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata (4 May 2016)

11. Bakuman Vol 6 karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata (4-5 May 2016)

12. Bakuman Vol 7 karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata (6 May 2016)

13. Elephant Can Remember karya Agatha Christie (2 Maret – 7 Mei 2016)

Lebih mudah membenci seseorang yang Anda cintai daripada tidak mengacuhkan orang yang Anda cintai – Hercule Poirot

Pada bulan Maret 1972, Museum Madame Tussauds memutuskan untuk membuat patung lilin Agatha Christie. Pada tahun yang sama pula, buku terakhir dari petualangan Hercule Poirot bersama sahabat perempuannya yaitu Ariadne Oliver diterbitkan. Kali ini, bukan Hercule yang menjadi detektif, tapi Ariadne. Dan beliau akan mencoba memecahkan persoalan yang sudah terpendam selama bertahun-tahun.

Kisah dimulai pada sebuah pesta. Madame Oliver didekati oleh seorang perempuan setengah baya. Bagi Madame Oliver, itu bukan hal yang baru. Di kisahnya yang terakhir ini, Madame Oliver sudah menjadi seorang penulis yang sangat terkenal di dunia. Bukunya diterbitkan dimana-mana. Dan seperti juga Agatha Christie, dia tidak pernah senang dengan status selebritinya. Jadi didekati oleh penggemar yang sangat mengelu-elukannya merupakan hal yang baginya sangat meresahkan.

Dan perempuan ini, yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Mrs. Burton-cox, mulai menanyakan tentang Celia Revenscroft, salah satu puteri baptis Madame Oliver. Pasalnya, putera Mrs. Burton-Cox adalah tunangan dari Celia. Dan sebelum puteranya benar-benar menikahi gadis ini, sang calon mertua musti tahu dulu, apakah ayahnya yang membunuh ibunya, atau ibunya yang membunuh ayahnya.

‘Apakah ayahnya yang membunuh ibunya, atau ibunya yang membunuh ayahnya?’

Sepuluh tahun yang lalu, mayat Alistair Ravenscroft dan istrinya, Margareth, ditemukan

Continue reading “Bakuman dan Gajah Selalu Ingat (Mei 2016)”

The Following

THE FOLLOWING: This spellbinding and intense drama follows an ex-FBI agent Ryan Hardy (Kevin Bacon, third from L) who is called out of retirement to track down a devious and diabolical serial killer (James Purefoy, third from R), the mastermind behind a nationwide string of murders in the new drama THE FOLLOWING premiering midseason on FOX. Also Pictured L-R: Shawn Ashmore, Jeannane Goossen, Natalie Zea and Kyle Cattlet. ©2012 Fox Broadcasting Co. CR: Patrick Ecclesine/FOX

Beberapa bulan yang lalu saya sempat menyaksikan serial The Following di beberapa episode awal. Tapi kemudian saya tidak lanjut mengikuti lagi. Awalnya lupa tayang kapan dan di channel apa lalu ya sudahlah, ya.. Kemudian beberapa saat yang lalu, saya sedang mengumpulkan data untuk suatu tulisan (bukan untuk di blog), dan salah satu data tersebut membuat saya menjadi baca-baca tentang serial tv ini lagi.

Lumayan, ternyata, dapet nominasi seri drama terbaik.

Dan mulailah saya beneran nonton lagi.

Premis ceritanya memang cukup menjanjikan, apalagi buat saya yang penggemar karya Edgar Alan Poe.

Season pertama ini mengisahkan tentang Ryan Hardy, mantan agen FBI yang berusaha menangkap kembali Joe Carrol, seorang serial killer yang baru-baru ini melarikan diri. Joe Carrol, seorang dosen sastra yang sangat terinspirasi dengan Edgar Alan Poe, telah membunuh belasan gadis. Ciri khasnya, yang dari awal sudah bikin saya mengangkat alis karena terlalu ‘biasa’ adalah mencabut mata sang perempuan muda. Continue reading “The Following”

Parker Pyne Investigates karya Agatha Christie (baca dari 2 Maret – May 2016)

9. Parker Pyne Investigates karya Agatha Christie (2 Maret – May 2016)

Anda punya masalah? Atau tidak bahagia?

Berkonsultasilah pada Mr. Parker Pyne.

 

Menggelitik bukan?

Bagaimana jika suatu saat Anda membaca iklan seperti di atas di surat kabar? Kalau jaman sekarang di TV atau tau-tau nongol aja pas kita lagi browsing, lah. Mungkin laku, ya? Karena kalau saya sih percaya, atau paling enggak yang saya lihat di sekitar saya, kebanyakan orang merasa cukup bahagia dengan hidupnya. Tapi terkadang ada sesuatu atau beberapa hal yang membuat kita sedang tidak bahagia. Iklan itu mungkin akan membuat kita mengingat kesusahan hidup kita.

Lalu, apakah Anda akan menghubungi Mr. Parker Pyne? Di buku ini konon Pak Pyne cukup laku sehingga seorang pensiunan pegawai negeri ini mendapatkan kehidupan yang nyaman untuk selanjutnya.

You must remember, I am not a detective. I am, if you like to put that way, a heart specialist (Mr. Parker Pyne)

Continue reading “Parker Pyne Investigates karya Agatha Christie (baca dari 2 Maret – May 2016)”

Crooked House karya Agatha Christie (Mei 2016)

8. Crooked House karya Agatha Christie (baca dari Maret 2016 – May 2016)

51wooyf0nvl-_sx310_bo1204203200_Tahun 1949 nampaknya merupakan salah satu tahun terbaik untuk Agatha Christie. Proyek penggalian Assyiria di Nimrud yang dikepalai oleh suaminya, Sir Max Mallowan, berhasil dengan gemilang. Padahal di penggalian ini, praktis hanya 4 orang yang terlibat yaitu Max Mallowan sendiri sebagai ketua tim, Robert Hamilton yang mewakili Palestina, Dr. Mahmud al Amin dari Irak, dan sebagai sekertaris yang pekerjaannya merangkap memproduksi foto, membuat sketsa, dan asisten umum adalah Agatha Christie.

Pada tahun 1949 juga, anak satu-satunya Agatha yaitu Rosalind Christie menikah dengan Anthony Hicks. Di tahun yang sama, novelist Mary Westmacott diketahui public sebagai alter ego dari sang ratu criminal.

 There was a crooked man and he went a crooked mile

He found a crooked sixpence beside a crooked stile

He had a crooked cat which caught a crooked mouse

And they all lived together in a little crooked house

 

Pada musim gugur tahun 1947, setelah perang usai, Charles Hayward kembali ke Inggris dengan pengharapan akan bertemu kembali dengan Sophia Leonides, tunangannya. Namun ternyata, pertemuan tidak berlangsung sebagaimana yang dia harapkan. Bukan hadirnya orang ketiga namun Sophia terganggu dengan tewasnya Sang Kakek baru-baru ini.

Sang Kakek, Aristide Leonides, adalah seseorang yang kaya raya namun digambarkan sebagai ‘crooked than anyone else who amasses great wealth’. Crooked sendiri bisa dikatakan tidak lurus, bobrok, atau bengkok. Dia memang memiliki rumah yang bobrok itu, namun tidak kecil. Besar dan menampung tiga generasi dari  keluarganya. Namun mungkin yang terpenting adalah, Leonides mati diracun oleh salah satu anggota keluarganya. Caranya, dengan memasukan obat tetes mata ke dalam botol insulin sang kakek.

Nah, pertanyaannya, siapa yang punya motif, pengetahuan, dan kesempatan untuk melakukan itu?

Continue reading “Crooked House karya Agatha Christie (Mei 2016)”

Career of Evil karya Robert Galbraith ( April 2016)

career-of-evil7. Career of Evil karya Robert Galbraith (JK Rowling). Baca dari 7 April – 29 April 2016.

Saya udah keburu terlalu semangat duluan sebelum membaca bukunya. Ini gara-gara JK Rowling menyebutkan (via akun twitternya) bahwa buku yang selanjutnya (maksudnya buku yang ini) membuat dia tidak bisa tidur karena ngeri. Okelah mengenai gelap, memang buku yang ini lebih gelap daripada buku yang pertama dan kedua. Tapi kadar kengeriannya justru berkurang menurut saya.

Memang ada peningkatan yang serius di buku yang ketiga dari dua buku detektif JK Rowling yang sebelumnya yang lebih banyak dihiasi satir yang dibalut dengan sangat baik. Pada buku pertama, JK Rowling membicarakan tentang dunia mode dan kehidupan selebriti sementara di buku yang kedua, dunia penerbitan mendapat gilirannya. Di buku yang ketiga ini, waduh, banyak banget yang mau diulas. Dari pedophilia, serial murder, domestic  abuse, penyalahgunaan narkoba, belum lagi BIP (Body Identity Disorder). Beneran bikin nyesek, kan?

Continue reading “Career of Evil karya Robert Galbraith ( April 2016)”

Mrs. McGinty’s Dead, Dead Man’s Folly, dan The ABC Murder Karya Agatha Christie (Maret 2016)

Maret 2016

mrs4. McGinty’s Dead karya Agatha Christie. Baca sejak 2 Maret 2016 – 3 Maret 2016

Inspektur Spencer mendatangi Hercule Poirot tentang sebuah kasus yang sudah dalam tahap pengadilan. Bukti yang dia kumpulkan telah memberatkan tersangka sebagai pelaku pembunuhan Mrs. McGinty. Masalahnya, Inspektur Spencer berpendapat bahwa tersangka bukanlah pelakunya.

Mrs. McGinty hanyalah seorang pembantu rumah tangga biasa. Ia tewas disinyalir karena kecurian uang yang tidak seberapa pula.

Hercule Poirot bersedia untuk menyelidiki ulang kasus itu walaupun ia harus menderita. Bagaimana tidak, losmen yang ditempatinya selama menyelidiki kasus itu sangat buruk pelayanannya walaupun pemiliknya menyenangkan.

Sama seperti Satu, Dua, gesper sepatunya, kisah ini pun saya saksikan seri TV nya duluan. Dan bikin saya ngakak! Haduh, demen banget saya kalo sidekick nya Pak Poirot ini Ariadne Oliver. Soalnya, gak cuma Ariadne nya aja, Hercule nya juga ikutan lucu. Biasanya gak lucu-lucu amat. Continue reading “Mrs. McGinty’s Dead, Dead Man’s Folly, dan The ABC Murder Karya Agatha Christie (Maret 2016)”