Three Days

Seperti TEN yang saya ikuti karena creatornya sama dengan creator Missing Noir M, Three Days juga saya ikuti karena yang menulis ceritanya adalah Kim Eun-hee. Nah, perempuan ini adalah penulis naskah Signal.

Saya agak bingung dengan judulnya: Tiga Hari. Saat mulai menonton, dan langsung tersedot dengan intensnya drama, saya mengira bahwa yang dimaksud ‘tiga hari’ di judul adalah panjang jalannya kisah. Tapi kemudian saya menyadari bahwa tidak mungkin kisah ini terjadinya hanya 3 hari saja. Cerita dimulai tanggal 3 Maret dan berakhir tanggal 15 Maret. Tiga hari di sini ternyata diambil dari perencanaan cuti presiden yang selama tiga hari yang kemudian awut-awutan.

Okeh, sebelumnya, drama ini tayang tahun 2014, tapi saya baru menontonnya awal tahun 2017, saat mulai rame berita pemakzulan Presiden Park Geun-hye. Pas banget karena kisah dramanya juga rada-rada nyerempet.

***

Cerita dimulai dengan ditabraknya Menteri Ekonomi Han yang merupakan sahabat Lee Dong-whi, presiden Korea Selatan. Presiden Lee sendiri sedang dalam kesulitan. Popularitasnya turun sampai menyentuh 10 persen saja setelah ada rumor mengenai sebuah kasus korupsi yang terjadi bertahun-tahun yang lalu dan sekarang sedang diselidiki oleh kejaksaan.  Setelah insiden penyerangan di pasar tradisional, Presiden Lee berniat untuk cuti menenangkan diri di villa kepresidenan selama tiga hari.

Sementara itu, Han Tae-kyung, anggota paspampres yang merupakan anak satu-satunya dari Menteri Han diskors karena tidak konsentrasi dalam bertugas sehingga terjadilah insiden pasar. Ya, manusiawi, lah. Ayahnya meninggal. Maka anggota termuda dari pasukan pengaman presiden ini pun mempergunakan masa skors ini dengan pulang ke rumah almarhum ayahnya.

Han langsung curiga (bahwa ayahnya mati bukan karena kecelakaan) saat menemukan rumah ayahnya dalam keadaan awut-awutan. Penyelidikannya sampai ke suatu rumah dengan seorang laki-laki sekarat menyatakan bahwa presiden akan mati pada tanggal 5 maret.

Saat Han Tae-kyung tiba di vila kepresidenan tengah malam tanggal 5 maret tersebut, mendadak semua lampu mati, terdengar bunyi tembakan beberapa kali. Tiga orang pengawal presiden yang berada paling dekat dengannya tewas sementara presiden menghilang.

Presiden diserang di villa kepresidenan saat dia dikelilingi oleh pengawalnya tentu saja secara logika, tidak mungkin kalau tidak ada minimal satu orang dekat yang terlibat. Dan semua misteri di kisah ini terungkap sedikit demi sedikit.

Manusia itu berkembang, berubah seiring pengalaman dan waktu. Dari awal kisah kita sudah diberi tahu tentang kasus yang menjerat presiden terjadi belasan tahun yang lalu. Saat kisah ini dimulai, presiden bukan lagi orang yang sama dengan dirinya belasan tahun yang lalu itu. Orang yang itu udah gak ada, menghilang pada saat dia diangkat. Tapi, yah, old sins cast long shadow, kata Agatha Christie. Jangan kaget kalau dia menghantuimu suatu saat nanti.

Orang kepercayaan Presiden Lee bukan kepala pengawalnya, atau sekretarisnya. Tapi pengawalnya yang paling muda yaitu Han Tae-kyung. Ya, gak heran, sebab Tae-kyung adalah putera kawannya sementara dia sendiri tidak berkeluarga. Sehingga Presiden Lee nampak sering menolerir kesalahan-kesalahan Tae-kyung. Dan sementara itu, bagi Tae-kyung, menjadi paspampres adalah kehormatan. Sebagai paspampres, dia musti rela mengorbankan dirinya. Gak peduli presidennya siapa dan apa pendapat dirinya mengenai orang yang menduduki puncak kekuasaan eksekutif di negara. Itu tentu saja teorinya. Tapi, kalau permasalahan yang melibatkan orang itu melibatkan ayahmu juga, apakah kamu bisa tetap netral? Karena kita tidak kecewa saat melihat orang lain jahat. Tapi kalau orang yang kita sayangi, percaya, dan hormati ternyata mungkin memiliki masa lalu yang kelam, itu lain ceritanya.

Opsir polisi Yoon Bo-won sama sekali gak ada sangkut pautnya dengan persoalan politik. Dia kesangkut kisah karena dialah polisi yang datang pertama kali saat mobil Menteri Han terguling. Dia heran mengapa polisi dengan segera menyatakan bahwa itu kecelakaan, dan rasa penasarannya menyeretnya ke petualangan menyelamatkan presiden, hal yang mungkin tidak pernah disangkanya sebelumnya. Dan, yah, tentu ada tokoh-tokoh politisi, jaksa, dan sebagainya. Apakah jaksa khusus berani menganulir pernyataannya sendiri di depan pers saat bukti ternyata berkata lain? Apakah jaksa khusus berani untuk menangkap presiden kalau memang dia bersalah? Presiden yang mengangkatnya menjadi jaksa khusus dan yang selalu mendukungnya mengungkap kasus-kasus korupsi.

Ini paspampres Indonesia, ya..
Ini paspampres Indonesia, ya..

Salah satu kawan saya anggota paspampres. Dan dia suka menceritakan sedikit pengalaman-pengalaman menjaga presiden yang ke-6 (kalo presiden yang sedang menjabat dia gak mungkin cerita). Menonton drama ini, membuat saya jadi teringat kembali kisah-kisah kecil yang diceritakan teman saya itu, dan menjadi lebih mengapresiasinya. Bayangin aja, kalau kita yang orang biasa, atau tentara deh, denger suara tembakan atau ledakan itu otomatis merunduk melindungi diri. Nah, kalo satpampres, mereka justru dilatih untuk refleks berdiri dan jadi tameng hidup bagi presiden. Harus bisa kosentrasi penuh saat presiden dikelilingi rakyat, memperhatikan setiap gelagat, gerakan tangan, perubahan air muka, tapi juga sambil jaga sikap.

Saya tidak mengatakan drama ini istimewa. Megangin, iya, tentunya. Untung saja ini nonton dari hasil download bukan di TV yang musti nunggu seminggu buat episode selanjutnya. Tapi kalau dibilang keren, yah, gak juga sih. Menurut saya kepanjangan. Harusnya selesai saat pelaku utama di balik layarnya ditangkap. Tapi, yah, itu menurut saya. Dan drama ini bikin saya baca memoarnya Presiden Habibie yang  berjudul Detik-Detik yang Menentukan. Saya jadi tertarik bagaimana sih presiden saat menghadapi masa krisis kepemimpinannya?

Kim Eun-hee
Kim Eun-hee

Saya menonton drama ini karena Kim Eun-hee, dan beberapa saat kemudian saat membaca berita tentang kemungkinan dibuatnya drama Signal 2, saya kembali teringat dengan drama ini. Bagaimana tidak, saat Ibu Kim ditanya tentang drama yang sedang dia tulis, dia jawab, ‘tentang sejarah dan banyak orang mati.’ Kata-kata banyak orang mati ini yang bikin saya teringat Three Days, banyak orang mati. Men, banyak banget yang mati disini!
 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s